1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer
FacebookTwitter

Keterbukaan Data Kantor Pemerintahan

 

“Dalam prosesnya diperlukan usaha untuk mengerti kota itu bisa bekerja atau berjalan, sedangkan kota itu terlalu kompleks,” ujar Ramda Yanurzha, analis data, sebagai salah satu pembicara pada sebuah diskusi publik di Jakarta Smart City Lounge, Balaikota, Jakarta pada Jumat lalu (26/08/2016).

Acara yang bertajuk #ODJamSession yang diadakan oleh Open Data Labs Jakarta tersebut membahas mengenai kegunaan data, khususnya data pada kantor pemerintahan. Diskusi menjadi amat menarik ketika memaparkan pembahasan kota pembanding dengan melihat bagaimana New York mengambil peran sebagai pabrik data dengan keterbukaan data yang bisa diakses oleh siapa saja.

Keterbukaan data terhadap kantor pemerintahan bisa mendatangkan kemudahan dalam segala aspek. Permasalahan yang kerap terjadi di kota-kota besar justru bisa mendatangkan keuntungan bagi siapa saja yang bisa melihatnya. Situasi ini kini telah semakin disemarakkan dengan menjamurnya berbagai aplikasi pintar yang diciptakan bagi masyarakat yang berpeluang menjadi solusi bagi permasalahan kota besar yang sulit diselesaikan.

Di Indonesia, ketersedian data yang dapat diakses oleh publik, masih tergolong miskin, walaupun bisa dikatakan lebih baik dari sebelumnya. Contoh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, hasil nilai ujian nasional dan neraca pendidikan daerah yang bisa diakses secara luas menunjukkan kemajuan keterbukaan data dalam pemerintahan.

Namun untuk menghadirkan keterbukaan tersebut, dibutuhkan visualisasi untuk menjelaskan kepada orang-orang yang mengakses data-data itu.

“Selain itu, harus ada output biar nggak hanya laporan aja,” ungkap pembicara lulusan New York University itu.

Diharapkan, dengan adanya tekerbukaan data yang disediakan oleh pemerintah, maka hal tersebut bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk memudahkan persoalan yang tengah dihadapi oleh masyarakat kota.

Partners