1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer
FacebookTwitter

Skala dan Sampoerna Akhiri Program di Lombok, Sejumlah Acara Digelar

Closing program Lombok Build Back Better yang merupakan salah satu upaya membangun kembali Lombok pasca gempa yang dikerjakan Perkumpulan Skala bekerjasama Sampoerna Untuk Indonesia diakhiri dengan dialog bertema ” Membangun Ketahanan Lombok Dari Desa”di Balai Desa Selengan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB (8/1/2019).

Acara tersebut menghadirkan narasumber dari pakar geologi juga pengurus IAGI Nusa Tenggara Barat (NTB)  Kusnadi, Kepala Desa Selengan, Lombok Utara, Kepala Desa Obel-obel, Kabupaten Lombok Timur serta perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB.  Acara tersebut dirangkaikan dengan pameran batik hasil tenunan warga Lombok Utara yang selama ini mendapat pendampingan dari Skala dan Sampoerna Untuk Indonesia.

Selain itu, Skala juga mengundang sejumlah jurnalis dari berbagai media nasional dan lokal melakukukan kunjungan di salah satu lokasi pelaksanan proyek recovery Lombok di Desa Selengan, Lombok Utara.

Direktur Perkumpulan Skala, Trinimalaningrum dalam sambutannya menyampaikan, fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) yang dibangun Perkumpulan Skala dan Sampoerna Untuk Indonesia yang juga melibatkan masyarakat setempat bisa dimanfaatkan masyarakat dalam membangun kesiapsiagan bencana.

“Saya yakin masyarakat lebih siap kalau terjadi gempa dan tsunami,karena masyarakat punya pengetahuan lokal,”ujarnya.

Rini mencontohkan pengetahuan lokal di Palu, sebelum gempa dan tsunami melanda Sulawesi Tengah, beberapa malam anjing menggonggong dan ayam berkokok yang memberi tanda, bakal terjadi sesuatu.

Dalam kesempatan tersebut, mantan wartawan Radio Nederland ini mengingatkan mengenai ancaman gempa dan tsunami serta letusan gunung. “Kita harus selalu berbagi pengetahuan tentang bencana dimana pun kita berada,”Tuturnya.

Abdul Hanam, Kepala Desa Selengan, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara menyampaikan terima atas bantuan berbagai fasilitas dari Skala dan Sampoerna Untuk Indonesia.

Sementara Ridho Ahyana dari BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengatakan,sebenarnya Indonesia punya pengalaman banyak terkait kebencananaan seperti gempa bumi, tsunami dan letusan gunung. Namun sayangnya pengalaman-pengalaman tersebut banyak dilupakan.

“Kita banyak lupa pengalaman-pengalaman tentang kebencanaan karena kita tidak menuliskannya,”ujarnya.

Kukuh Dwi Kristianto dari Sampoerna Untuk Indonesia mengatakan, bantuan program recovery Lombok yang berasal dari CSR Sampoerna Untuk Indonesia sudah tertera dalam nilai-nilai perusahaan Sampoerna.

“Kami ada untuk Lombok dan Indonesia. Kami merasa bahwa Sampoerna punya kewajiban untuk membantu masyarakat melalui CSR,”ujarnya.

Dikatakan, ketika masyarakat dalam kondisi tidak baik akibat bencana, Sampoerna akan berupaya membantu.

“Program respon bencana ini sudah berjalan sejak tsunami Aceh tahun 2005. Kami memberikan dukungan program untuk mempercepat pemulihan Lombok Bangkit, apalagi Sampoerna punya kedekatan emosional dengan masyarakat Lombok, karena 100 persen tembakau diproduksi petani di Lombok, dipasok ke pabrik Sampoerna,”tandasnya.

Keesokan harinya, Perkumpulan Skala dan Sampoerna Untuk Indonesia juga akan menggelar acara Seminar Setengah Hari dengan tema “Membangun Ketahanan Lombok Dari Desa,” di Lombok Garden Hotel, Mataram (09/01/2019). Menurut  Trinimalaningrum, acara tersebut sengaja digelar untuk menampung saran dan masukan dari berbagai stakeholder atas proyek recovery Lombok yang dikerjakan Skala dan Sampoerna Untuk Indonesia, guna perbaikan dimasa-masa mendatang.

Sekedar diketahui, pasca gempa melanda Lombok beberapa waktu lalu, Perkumpulan Skala bekerjasama dengan Sampoerna Untuk Indonesia, menggerakan tim ke Lombok untuk membantu pemulihan kembali Lombok melalui program Lombok Build Back Better yang dikerjakan Perkumpulan Skala bekerjasama Sampoerna Untuk Indonesia yang juga melibatkan masyarakat setempat.

Lewat program tersebut, Perkumpulan Skala bersama Sampoerna Untuk Indonesia, membangun sejumlah fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasum) seperti MCK, berugak, sarana air bersih berupa tandon dan pipa serta tenda pleton.  bersamaan dengan membangun Kampung Siaga Bencana di daerah dampingan.

Desa dampingan itu adalah Desa Sandik di Kabupaten Lombok Barat, Desa Selengan di Kabupaten Lombok Utara, Desa Obel-Obel dan Desa Sembaung Bumbung di Kabupaten Lombok Timur.

Selain membantu pembangunan infrastuktur, Perkumpulan Skala bekerjasama  Sampoerna Untuk Indonesia juga membantu peningkatkan kapasitas masyarakat setempat melalui pelatihan training membantuk teknik Sogiri dan pelatihan dasar teknik fasilitasi layanan dukungan psiko sosial serta pembentukan kelompok komunitas desa tangguh bencana.

“Semoga fasilitas umum dan fasilitas social dibangun di Lombok, bermanfaat untuk warga setempat, dalam pengurangan resiko bencana,” harap Direktur Perkumpulan Skala, Trinimalaningrum disela-sela acara closing program di Lombok Utara. (Wan)

Partners