1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer
FacebookTwitter

Karbon dan Tantangan Pengelolaan Hutan

Persoalan perubahan iklim telah memasuki babak baru. Isu pengurangan emisi dan perdagangan karbon (carbon trade) semakin menjadi perhatian serius sejak beberapa tahun lampau. Masalahnya kini bukan hanya pada sikap negara, tetapi bagaimana kemudian masyarakat lokal di level akar rumput dan pihak swasta merespon hal ini?

Indonesia memainkan peran strategis dalam isu perubahan iklim maupun perdagangan karbon saat ini. Sebagai negara yang memiliki kekhasan pada hutan hujan tropis, Indonesia tak sekadar disebut sebagai negara potensial, melainkan produsen karbon dunia. Saat ini, karbon pula dipandang menjadi suatu aset.

Read more...

Site Visit IWWEF 2015: Melihat Jakarta Tempo Dulu dan Kini

International Water and Wastewater Expo dan Forum (IWWEF) yang diselenggarakan oleh PERPAMSI di Jakarta pada tahun ini melibatkan lebih banyak partisipan yang mewakili pihak-pihak yang berkepentingan. Mereka yang turut hadir termasuk di dalamnya adalah tamu-tamu asing dari berbagai organisasi yang bekerja di bidang air minum dan sanitasi. Kehadiran delegasi dari luar negeri tersebut memiliki arti penting mengingat peran IWWEF sebagai forum multi-stakeholders yang mengetengahkan prospek kerja sama di antara organisasi/perusahaan di tingkat lokal, nasional, regional, hingga global.    

Setelah mengikuti pembukaan yang diikuti oleh serangkaian seminar pada hari pertama dan kedua IWWEF 2015, para delegasi asing kemudian mengikuti kegiatan kunjungan (site visit) yang dilakukan usai santap siang. Site visit merupakan salah satu aktivitias yang diinisiasi oleh panitia acara untuk memperkenalkan Kota Jakarta. Dengan titik keberangkatan dari tempat berlangsungnya IWWEF 2015 di Hotel Bidakara, tamu-tamu yang sebagian besar berasal dari negara-negara Asia Tenggara serta Cina dan Spanyol akan mengunjungi TMII sebagai titik perhentian pertama.

Read more...

Rakernas IV AMAN: Tari Yosimpancar, Sirih-Pinang, & Persahabatan dengan Suku Moi

Suara gendang pecah bersama lengkingan bermelodi riang. Ketika kawan-kawan panitia Rakernas IV AMAN tengah serius melakukan rapat koordinasi di Hotel Handayani, Sorong pada sore hari, tiba-tiba saja rombongan muda-mudi Suku Moi datang dengan mobil bak terbuka. Kedatangan mereka lengkap dengan kostum tradisi. Mahkota berhiaskan bulu dan kerang, pakaian warna kuning terang, serta rok rumbai yang dikenakan perempuan mulai bergoyang.

Sontak kami yang berada di dalam ruangan langsung keluar. Muda-mudi Suku Moi menari di pelataran terbuka diiringi musik yang mengajak kita ikutan berdendang dan ingin berjoged bersama. Kawan-kawan AMAN pun melepas penat dengan hiburan yang datang mendadak ini.

Saya ikutan asyik menonton sambil memotret tarian. Gerakannya sederhana. Mereka berbaris sambil agak menunduk dan mendorong. Lalu, pecah dalam semarak ketika teriakan dijeritkan bersamaan. Kami tak hanya menonton. Para penari menarik kami untuk ikutan berdansa.

Read more...

Rakernas IV AMAN: Hutan Sebagai Rumah

Apa makna rumah bagi kita? Kira-kira perenungan itulah yang menginspirasi seorang pria asal London untuk menjelajah ke berbagai negeri. Bukan untuk perjalanan wisata, melainkan mengunjungi hutan dan kampung-kampung masyarakat adat untuk mengumpulkan cerita yang menegaskan koneksi manusia dengan alam. Rumah dalam definisi yang jauh lebih luas dan dalam.

Paul Redman adalah pria dari Inggris itu yang telah melahirkan sebuah bentuk gerakan kampanye kreatif melalui film: If Not Us Then Who? (Siapa Lagi Kalau Bukan Kita?). Paul menceritakan apa yang melatarbelakanginya untuk kemudian membuat rangkaian film pendek yang mengangkat tema lingkungan hidup dan pelanggaran hak-hak masyarakat adat di seluruh dunia. 

Read more...

Partners