1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer
FacebookTwitter

Ini Rekomedasi Hasil Seminar Membangun Ketahanan Lombok dari Desa di Mataram

Seminar bertajuk “Membangun Ketahanan Lombok dari Desa di Lombok Garden Hotel yang digelar Perkumpulan Skala bersama CSR Sampoerna Untuk Indonesia pada 9 Januari 2019 lalu, menghasilkan sejumlah catatan dan rekomendasi.

Seminar ini dihadiri oleh berbagai pihak, diantaranya BNPB, Dinas Sosial, BPBD, IAGI, Universitas Mataram dari FKIP, Universitas Indonesia, LSM Lokal, Nasional dan International serta media nasional dan lokal.

Pertemuan ini menghasilkan catatan penting dan rekomendasi, yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam pengurangan resiko bencana di Indonesia.

Berikut catatan penting dan rekomendasi dari hasil pertemuan tersebut :

  1. Hasil riset harus digunakan sebagai dasar pengembangan pasca gempa di Lombok dan di wilayah-wilayah lain terdampak bencana
  2. Pemulihan harus tepat waktu, diperkirakan akan membutuhkan waktu 2 tahun agar Lombok kembali pulih seperti sediakala, sehingga delay waktu, akan memperlamat proses pemulihan
  3. Dari berbagai pengalaman, maka dibutuhkan kepemimpinan yang mumpuni atau leadership dalam menangani bencana. Leadership ini menjadi prasyarat dalam menanangani bencana baik di daerah maupun di tingkat nasional
  4. Informasi tentang potensi bencana di suatu wilayah agar mudah diakses oleh masyarakat, demikian juga dengan peta potensi serta peta tata ruang pun harus mudah di akses oleh masyarakat, agar masyarakat memahami potensi serta wilayahnya berada di wilayah yang memiliki potensi bencana
  5. Sinergi berbagai pihak menjadi sangat penting, karena bagaimanapun bencana bukan lagi menjadi urusan negara, tetapi menjadi kepedulian dan kepentingan semua pihak. Mengingat kerugian yang dialami oleh semua pihak
  6. Koordinasi antar berbagai pihak, baik di tingkat nasional, tingkat propinsi, dan tingkat lokal, dalam menanggani pra bencana, saat bencana dan pasca bencana. Hal ini menjadi penting agar tidak terjadi tumpang tindih
  7. Regulasi harus dibenahi, agar ego sectoral tidak lagi menjadi masalah
  8. Penting membuat kurikulum untuk pendidikan bencana, dan tidak hanya sekedar ada di dalam diskusi-diskusi, harus segera di eksekusi soal kurikulum kebencanaan dalam dunia pendidikan
  9. Bangunan-bangunan ramah lingkungan, menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang hidup di desa, bagaiman prinsip-prinsip kearifan lokal ini bisa diadopsi dalam proses pembangunan kembali wilayah-wilayah yang terkena dampak bencana
  10. Soal pendanaan untuk tanggap darurat atau dana on call harusnya bisa dimaksimalkan agar kita memiliki modal social untuk menanggani bencana, tetapi dibutuhkan sinkronisasi sinergi antar berbagai lembaga, termasuk Lembaga usaha agar dampaknya lebih maksimal

“Seluruh hasil seminar baik berupa catatan dan rekomendasi ini, akan diserahkan kepada pihak terkait, terutama kepada BNPB. Semoga bermanfaat dalam pengurangan resiko bencana,” kata Direktur Perkumpulan Skala, Trinimalaningrum. (Wan)

Skala dan Sampoerna Akhiri Program di Lombok, Sejumlah Acara Digelar

Closing program Lombok Build Back Better yang merupakan salah satu upaya membangun kembali Lombok pasca gempa yang dikerjakan Perkumpulan Skala bekerjasama Sampoerna Untuk Indonesia diakhiri dengan dialog bertema ” Membangun Ketahanan Lombok Dari Desa”di Balai Desa Selengan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB (8/1/2019).

Acara tersebut menghadirkan narasumber dari pakar geologi juga pengurus IAGI Nusa Tenggara Barat (NTB)  Kusnadi, Kepala Desa Selengan, Lombok Utara, Kepala Desa Obel-obel, Kabupaten Lombok Timur serta perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB.  Acara tersebut dirangkaikan dengan pameran batik hasil tenunan warga Lombok Utara yang selama ini mendapat pendampingan dari Skala dan Sampoerna Untuk Indonesia.

Selain itu, Skala juga mengundang sejumlah jurnalis dari berbagai media nasional dan lokal melakukukan kunjungan di salah satu lokasi pelaksanan proyek recovery Lombok di Desa Selengan, Lombok Utara.

Direktur Perkumpulan Skala, Trinimalaningrum dalam sambutannya menyampaikan, fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) yang dibangun Perkumpulan Skala dan Sampoerna Untuk Indonesia yang juga melibatkan masyarakat setempat bisa dimanfaatkan masyarakat dalam membangun kesiapsiagan bencana.

“Saya yakin masyarakat lebih siap kalau terjadi gempa dan tsunami,karena masyarakat punya pengetahuan lokal,”ujarnya.

Rini mencontohkan pengetahuan lokal di Palu, sebelum gempa dan tsunami melanda Sulawesi Tengah, beberapa malam anjing menggonggong dan ayam berkokok yang memberi tanda, bakal terjadi sesuatu.

Dalam kesempatan tersebut, mantan wartawan Radio Nederland ini mengingatkan mengenai ancaman gempa dan tsunami serta letusan gunung. “Kita harus selalu berbagi pengetahuan tentang bencana dimana pun kita berada,”Tuturnya.

Abdul Hanam, Kepala Desa Selengan, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara menyampaikan terima atas bantuan berbagai fasilitas dari Skala dan Sampoerna Untuk Indonesia.

Sementara Ridho Ahyana dari BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengatakan,sebenarnya Indonesia punya pengalaman banyak terkait kebencananaan seperti gempa bumi, tsunami dan letusan gunung. Namun sayangnya pengalaman-pengalaman tersebut banyak dilupakan.

“Kita banyak lupa pengalaman-pengalaman tentang kebencanaan karena kita tidak menuliskannya,”ujarnya.

Kukuh Dwi Kristianto dari Sampoerna Untuk Indonesia mengatakan, bantuan program recovery Lombok yang berasal dari CSR Sampoerna Untuk Indonesia sudah tertera dalam nilai-nilai perusahaan Sampoerna.

“Kami ada untuk Lombok dan Indonesia. Kami merasa bahwa Sampoerna punya kewajiban untuk membantu masyarakat melalui CSR,”ujarnya.

Dikatakan, ketika masyarakat dalam kondisi tidak baik akibat bencana, Sampoerna akan berupaya membantu.

“Program respon bencana ini sudah berjalan sejak tsunami Aceh tahun 2005. Kami memberikan dukungan program untuk mempercepat pemulihan Lombok Bangkit, apalagi Sampoerna punya kedekatan emosional dengan masyarakat Lombok, karena 100 persen tembakau diproduksi petani di Lombok, dipasok ke pabrik Sampoerna,”tandasnya.

Keesokan harinya, Perkumpulan Skala dan Sampoerna Untuk Indonesia juga akan menggelar acara Seminar Setengah Hari dengan tema “Membangun Ketahanan Lombok Dari Desa,” di Lombok Garden Hotel, Mataram (09/01/2019). Menurut  Trinimalaningrum, acara tersebut sengaja digelar untuk menampung saran dan masukan dari berbagai stakeholder atas proyek recovery Lombok yang dikerjakan Skala dan Sampoerna Untuk Indonesia, guna perbaikan dimasa-masa mendatang.

Sekedar diketahui, pasca gempa melanda Lombok beberapa waktu lalu, Perkumpulan Skala bekerjasama dengan Sampoerna Untuk Indonesia, menggerakan tim ke Lombok untuk membantu pemulihan kembali Lombok melalui program Lombok Build Back Better yang dikerjakan Perkumpulan Skala bekerjasama Sampoerna Untuk Indonesia yang juga melibatkan masyarakat setempat.

Lewat program tersebut, Perkumpulan Skala bersama Sampoerna Untuk Indonesia, membangun sejumlah fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasum) seperti MCK, berugak, sarana air bersih berupa tandon dan pipa serta tenda pleton.  bersamaan dengan membangun Kampung Siaga Bencana di daerah dampingan.

Desa dampingan itu adalah Desa Sandik di Kabupaten Lombok Barat, Desa Selengan di Kabupaten Lombok Utara, Desa Obel-Obel dan Desa Sembaung Bumbung di Kabupaten Lombok Timur.

Selain membantu pembangunan infrastuktur, Perkumpulan Skala bekerjasama  Sampoerna Untuk Indonesia juga membantu peningkatkan kapasitas masyarakat setempat melalui pelatihan training membantuk teknik Sogiri dan pelatihan dasar teknik fasilitasi layanan dukungan psiko sosial serta pembentukan kelompok komunitas desa tangguh bencana.

“Semoga fasilitas umum dan fasilitas social dibangun di Lombok, bermanfaat untuk warga setempat, dalam pengurangan resiko bencana,” harap Direktur Perkumpulan Skala, Trinimalaningrum disela-sela acara closing program di Lombok Utara. (Wan)

Mengurai Kompleksitas Perdagangan Ilegal Satwa Liar

Pada kesempatan kali ini, dalam mendukung proses tim Perkumpulan SKALA dalam menyusun buku tentang potret perdagangan ilegal satwa liar (PISL), kami berbincang dengan salah seorang pakar di bidang biologi konservasi, yaitu Samedi, Ph.D.

Read more...

Keterbukaan Data Kantor Pemerintahan

Konsep “smart city” tengah gencar dilakukan di berapa daerah di Indonesia, khususnya Jakarta. Penerapan konsep ini adalah dengan memanfaatkan teknologi dan komunikasi untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Untuk itu diperlukan data untuk mengerti bagaimana kota itu dijalankan.

Read more...

Kebahagiaan Menurut Psikologi Positif

Sejak kecil kita telah akrab dengan kata “kebahagiaan.” Sering kita dengar bahwa kebahagiaan akan datang jika kita sukses. Kita akan bahagia jika mendapatkan pasangan yang tepat. Kita akan bahagia jika mendapatkan pekerjaan yang bagus. Kita akan bahagia jika menjadi orang kaya. Begitu seterusnya. Apakah betul begitu? Apakah betul setelah kita mendapatkan apa yang kita cita-citakan atau apa yang kita inginkan, kita menjadi bahagia?

Read more...

Mengenal Psikologi Positif

Mungkin belum banyak dari kita mengenal sebuah cabang ilmu dari psikologi ini. Tidak heran. Meski telah muncul dari dua dekade terakhir, namun “Psikologi Positif” sendiri baru mulai memasuki arus utama secara internasional dalam sepuluh terakhir belakangan. Jadi apa itu Psikologi Positif?

Read more...

Partners