1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer
FacebookTwitter

Pentingnya Kearifan Lokal Terhadap Kebencanaan

Berbicara tentang bencana tentu saja tidak terlepas dari konsep mitigasi atau yang lebih dikenal dengan pencegahan bencana. Kita tahu bahwa begitu banyak bencana alam, seperti letusan gunung merapi, gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan lainnya yang telah terjadi di dunia, termasuk Indonesia sebagai negara dengan potensi bencana yang tinggi. Peristiwa bencana gempa dan tsunami yang menghantam Aceh pada Desember 2004 lalu adalah sebuah momentum bagi kesadaran dan gerakan kebencanaan di Tanah Air.

Read more...

Komunike Masyarakat Sipil Indonesia Mengenai Konferensi Dunia Pengurangan Risiko Bencana Ketiga di Sendai

1) Kami, perwakilan organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia yang bergerak dalam berbagai aksi-aksi kemanusiaan, melalui komunike ini, bermaksud menyampaikan pokok-pokok pikiran dalam rangka menyambut perhelatan akbar; 3rd World Conference on Disaster Risk Reduction yang akan diselenggarakan di kota Sendai, Miyagi Prefecture, Jepang pada 14-18 Maret 2015; yang kami serap dari berbagai pengalaman empiris bekerja bersama membangun ketangguhan masyarakat lokal dan yang berada di garis depan.

2) Kami menyambut penyelenggaraan 3rd World Conference on Disaster Risk Reduction 2015 sebagai langkah maju dalam mewujudkan visi bersama, membangun “resilient people” sebagai prasyarat mutlak dalam menciptakan “resilient planet”. Konferensi kali ini bertepatan dengan peringatan empat tahun Gempa dan Tsunami Jepang Timur sebagai salah-satu wake-up call bagi masyarakat dunia untuk senantiasa bersiap dan bersiaga menghadapi ancaman yang maha dahsyat, yang tidak hanya menyebabkan kerusakan harta benda, melainkan juga mampu menghilangkan ratusan ribu jiwa, yang sekali-kali akan terjadi pada saat-saat yang tidak pernah terduga.

Read more...

Menggali Peran Masyarakat Adat dalam Kebencanaan

Peristiwa tsunami tahun 2004 menjadi momentum bagi Indonesia terhadap perspektif pengurangan risiko bencana (PRB). Banyak pihak kemudian semakin menyadari betapa kebencanaan tak bisa dilepaskan dari isu kemanusiaan, lingkungan, pariwisata, maupun kearifan lokal dan hak-hak masyarakat adat.

Pekan lalu (13-14/10/2014) kami berpartisipasi dalam rangkaian Perayaan Bulan PRB di Kota Bengkulu. Berbagai kelompok kepentingan lintas sektor pada level lokal, nasional, dan internasional turut berkumpul untuk berdialog bersama sekaligus menyusun rekomendasi terkait kebencanaan.

Read more...

Partners