1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer
FacebookTwitter

Kibar Pataka diSelatan Tanah Jawa

 "Kibar Pataka di Selatan Jawa"

Buku dengan sampul depan bergambar arak-arakan bendera Pataka dengan judul "Kibar Pataka di Selatan Jawa" merupakan oleh-oleh dari perjalanan panjang para pahlawan kemanusiaan yang mendedikasikan waktu dan energinya demi ketangguhan masyarakat di pesisir selatan Jawa, melalui Ekspedisi Destana Tsunami (EDT) 2019.

Buku setebal 104 halaman ini merupakan catatan dari gabungan materi yang diadopsi langsung dari seluruh wilayah yang menjadi rute EDT 2019. Ragam kisah yang dipahat dalam buku ini memberikan kesan tersendiri melalui gaya bahasa yang unik dan menarik dari cara para penulis bertutur kata melalui medium tulisan.

Sebut saja catatan tentang potensi gempabumi dan tsunami di pesisir selatan Jawa dari segi sejarah yang dibingkai secara ringkas dan padat pada bab pertama. Melalui alur yang dikemas secara teratur pembaca seolah dibawah kembali ke masa lampau. Imajinasi dan rasa ingin tahu berbaur menjadi satu dan berakhir ke dalam pemahaman-pemahaman baru.

Kemudian yang tak kalah mendebarkan ketika pembaca dihadapkan pada perjalanan panjang perubahan bentang alam selatan jawa, yang mana proyeksi dari masa lampau menuju masa kini telah menimbulkan banyak pertanyaan sekaligus keresahan dari para peniliti yang menarik untuk disimak. Nyatanya memang dari bab ke dua ini seluruh tenaga dan pikiran seakan diadu, namun bagaimanapun tim penyusun tetap menampilkan sisi positifnya untuk solusi baru.

Memasuki bab berikutnya ialah bagaimana ingatan-ingatan tentang fenomena alam masa lampau yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa harus dirawat dengan baik dan dijadikan sebagai sebuah pembelajaran. Hal itu sangat penting mengingat dalam sebuah penelitian memang secara garis besar bencana gempa-tsunami di indonesia adalah peristiwa yang berulang. Oleh karena itu penting bagi generasi tua untuk meng-estafet-kan literasi sejarah ingatan bencana kepada penerus mereka, generasi muda.

Pada bab berikutnya, tabir kisah mitos dan ilmu sains saling beradu dalam mengambil simpati dalam catatan baru. Keduanya memang sangat berbeda jauh dan tidak memiliki korelasi, namun dalam bagian ini, para penulis seakan sengaja menyajikan keduanya sebagai penguatan literasi modern agar pikiran terbuka, namun tidak menghilangkan esensinya yang telah ada.

Seperti contoh; selama ini kisah Nyi Roro Kidul, telah beredar sebagai mitos dan legenda masyarakat. Namun oleh penelitian terkini dikatakan bahwa hal itu merupakan peristiwa Tsunami yang di-metafora-kan oleh penguasa pada masa lampau sebagai legitimasi untuk mendapatkan kekuasaan dan diakui oleh rakyatnya. Hal itu disebutkan dari hasil penelitian sang ahli paleotsunami LIPI Eko Yulianto, baik dari penelitian lapangan maupun temuan bukti tulisan lampau yang mengisahkan tentang peristiwa sekitar tahun 1600 ditambah literasi keilmuan lain yang terkait

Satu hal yang perlu digarisbawahi, mengutip kata-kata Eko dari sebuah wawancara khusus bahwa: "Sebuah sains adalah mitos yang senantiasa diverifikasi kebenarannya. Dan ketika proses verifikasi itu berhenti, maka seketika itu sains berubah menjadi mitos".

Memasuki babak akhir dalam buku catatan "Kibar Pataka di Selatan Jawa", pembaca diarahkan kepada wawasan baru tentang bagaimana upaya tindak lanjut dan pembelajaran dari alam semesta, yang mana kapasitas masyarakat harus benar-benar ditingkatkan dan dibudayakan sebagai dasar untuk menjadi keluarga tangguh bencana, sebagai mana yang menjadi salah tujuan EDT 2019 yakni masyarakat tangguh, bukan ajang seremonial saja.

Ekspedisi Palu Koro

Buku Ekspedisi Palu Koro ini kan memaparkan tentang berbagi pengetahuan masyarakat terhadap Sesar Palu Koro dan bagaimana membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya upaya-upaya pengurangan risiko bencana. Selain itu, Buku Ekspedisi ini juga menjadi cara untuk mempromosikan wilayah-wilayah terpencil yang kaya akan sumber daya hayati, dan keindahan alamnya.

 

 

Di Balik Tragedi Asap

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kabut asap yang terjadi di tahun 2015 lalu masih menyisakan urusan yang belum tuntas. Ada banyak perkembangan sekaligus temuan-temuan terbaru sebagai catatan penting untuk pula diketahui sekaligus diperbincangkan kembali oleh publik.

Selain memaparkan tentang kerugian yang dialami oleh negara dan masyarakat secara terperinci, buku berjudul Di Balik Tragedi Asap: Catatan Kebakaran Hutan dan Lahan 2015 berupaya memotret dan mengurai kompleksitas dari masalah karhutla dan kabut asap di Indonesia. Pada bagian awal pembahasan, buku ini memulainya dengan menggali akar persoalan karhutla di Indonesia, mencari tahu siapa yang berwenang dan bertanggung jawab, menelisik politik anggaran, hingga mencari tahu siapa yang sebenarnya diuntungkan dan dirugikan.

Boundless Spirit

Film merupakan salah satu media audio-visual yang efektif dalam menyampaikan pesan. Film juga memiliki kekuatan yang unik sebagai alat kampanye secara kreatif. Tahun 2012 lalu, pada perhelatan The 5th AMCDRR di Yogyakarta, sebuah festival film dokumenter diselenggarakan untuk mengarusutamakan isu pengurangan risiko bencana. 

Pada festival film dokumenter berskala internasional tersebut, kegiatan yang dilakukan antara lain pemutaran film, diskusi, dan lomba. Tema Boundless Spirit dipilih karena film-film yang disertakan mengandung makna pada perjuangan tanpa batas.

Selain berisi ulasan 11 film dari Indonesia dan negara-negara lain yang dikelompokkan ke dalam tiga kategori, - yaitu HUman Story, DRR, dan DRR Investigative Story - publikasi kecil ini juga menceritakan pengalaman yang mendeskripsikan latar belakang, proses, dan ...

Sekolahku Aman

Di dunia terdapat 1,2 milyar siswa yang terdaftar pada Sekolah Dasar dan Menengah, 875 juta siswa sekolah tinggal di zona berisiko seismic tinggi, dan ratusan juta lainnya menghadapi potensi bencana, seperti banjir, tanah longsor, angin topan, tsunami, bahaya kebakaran, dan lain-lain.

Pada Juli 2009 lalu, Indonesia melalui tiga kementerian dan satu lembaga mencanangkan kampanye satu juta sekolah dan rumah sakit aman. Keinginan baik pemerintah tersebut disambut pula oleh Planas PRB bersama organisasi pada level lokal, nasional, dan internasional untuk mengumpulkan pernyataan dukungan yang mencapai sekitar 37 ribu orang dan lembaga yang berkomitmen menciptakan sekolah aman.

Atas dasar inisiasi awal itulah kemudian publikasi ini hadir. Buku ini diharapkan dapat membantu terlaksananya proses belajar dan mengajar di berbagai sekolah di Indonesia dengan fokus pada aspek keamanan dan kenyamanan terhadap kemungkinan terjadinya kondisi darurat dan bencana.

The Government Mechanisms to Support & Empower MSMEs

Pada kesempatan ini, Risa Bhinekawati - penerima penghargaan Australian Leadership Award dan Allison Sudradjat Award - berbagi sebuah hasil riset tentang dukungan dan pemberdayaan bagi UMKM. Publikasi yang dicetak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris ini memaparkan berbagai inisiatif yang bisa diterapkan dan dikembangkan oleh pemerintah maupun non-pemerintah (LSM/OMS, BUMN, dan sektor privat) dalam mendukung UMKM. Pada risetnya, Risa membandingkan inisiatif dukungan bagi UMKM di Indonesia dan Australia di mana secara terperinci para pembaca akan diajak untuk memahami karakteristik, tantangan, regulasi, maupun peluang dari berbagai strategi dan upaya memajukan UMKM. Buku ini tak hanya menarik bagi para penggiat UMKM di Indonesia, tetapi pula bagi bermacam organisasi pendamping UMKM atau yang hendak menginisiasi kerja sama dan mengembangkan bisnis melalui UMKM di Indonesia.

Kearifan Lokal Indonesia untuk PRB (Indonesia’s Local Wisdoms for DRR)

Jauh sebelum kita mengenal sistem peringatan dini berbasis teknologi modern atau prosedur-prosedur operasional standar dalam tanggap darurat saat ini, banyak masyarakat adat kita telah memahami bagaimana cara mempersiapkan diri, melakukan upaya, bertindak dan merespons bencana alam, serta beradaptasi terhadap iklim yang terus berubah-ubah menggunakan cara-cara tradisional yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Melalui buku ini, Perkumpulan Skala membuka wacana terhadap kearifan lokal terkait kebencanaan.

Buku berjudul Kearifan Lokal Indonesia untuk PRB berisi kumpulan tulisan yang menggali kearifan lokal (indigenous knowledge) yang pernah ada atau masih tersisa di komunitas-komunitas adat di Nusantara. Melalui dukungan dari BNPB, tim mengunjungi komunitas adat yang menjadi anggota AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) untuk menelaah kembali beragam kearifan lokal yang terkait dengan bencana.

10 Tahun Tsunami: Bangkit dari Titik Nol

Secara lengkap, pada buku ini kita akan menemukan beragam cerita dari para penyintas tsunami di Aceh ketika detik-detik menjelang gempa dan tsunami serta bagaimana kemudian mereka berusaha untuk bangkit kembali merajut kehidupan yang lebih baik. Selain kisah para penyintas, buku ini juga memaparkan pandangan dan pengetahuan tentang pengelolaan bencana yang ditulis langsung oleh para pakar dan penggiat di bidang kebencanaan. Foto-foto yang ditampilkan pun memberikan kita banyak pandangan. Bukan sekadar dampak dahsyat yang diakibatkan oleh bencana saja, melainkan pula pembelajaran yang mengarahkan kita pada penerapan perspektif pengurangan risiko bencana (PRB) menuju masyarakat tangguh bencana.